Selasa, 16 Desember 2014

metode debat



A. Pengertian Debat
              Berdasarkan beberapa kajian dan kasus yang dihadapi pada berbagai kondisi, dapat disimpulkan bahwa debat memiliki pengertian sebagai berikut:
a)     Debat adalah kegiatan argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara individual maupun kelompok dalam mendiskusikan dan memecahkan suatu masalah. Debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri
b)    Debat adalah suatu diskusi antara dua orang atau lebih yang berbeda pandangan, dimana antara satu pihak dengan pihak yang lain saling menyerang (opositif).
c)     Debat terjadi dimana unsur emosi banyak berperan. Pesertanya kebanyakan hanya hendak mempertahankan pendapat masing-masing dibandingkan mendengar pendapat dari orang lain dan berkehendak agar peserta lain menyetujui pendapatnya. Oleh karena itu, dalam debat terdapat unsur pemaksaan kehendak.
d)    Debat adalah aktivitas utama dari masyarakat yang mengedepankan demokratik.
e)     Sebuah kontes antara dua orang atau grup yang mempresentasikan tentang argumen mereka dan berusaha untuk mengembangkan argumen dari lawan mereka
B. Metode Pembelajaran Debat
              Pada tingkat sekolah menengah atas, pola pikir siswa harus mulai dibangun membentuk karakter yang kritis dan cepat tanggap terhadap permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Biasanya, ketika siswa diajak memecahkan suatu kasus permasalahan yang menuntut sebuah keputusan untuk diambil, akan terbagi menjadi 3 buah kubu. Siswa kubu pendukung suatu keputusan (biasanya disebut kelompok Pro), siswa kubu penolak (kelompok Kontra), dan kubu netral yang mengambil sikap “cari aman” dengan tidak memilih pihak manapun.
              Dengan pembelajaran metode debat, siswa dibentuk menjadi hanya dua jenis kelompok yaitu Pro dan Kontra. Berikut ini adalah langkah-langkah debat yang biasanya diterapkan di kelas dalam lingkup sekolah menengah atas:
1)      Guru membagi siswa menjadi dua kelompok peserta debat, yang satu pro dan yang lainnya kontra.
2)      Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan diperdebatkan oleh kedua kelompok di atas.
3)      Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu, kemudian setelah selesai ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
4)      Sementara siswa menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide yang diharapkan.
5)      Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkapkan.
6)      Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.
     Dengan adanya acuan teknis diatas, dapat dilihat bahwa model debat mengadopsi gabungan dari beberapa metode pembelajaran seperti Diskusi, Ceramah, dan Pembelajaran Kooperatif.

C. Kelebihan Dan Kelemahan Metode Debat
              Beberapa kelebihan dari model pembelajaran debat diantaranya adalah:
1)      Memantapkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang telah diberikan.
2)      Melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan.
3)      Melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat.
              Selain itu juga terdapat kekurangan dalam model pembelajaran debat, diantaranya adalah:
1)             Ketika menyampaikan pendapat saling berebut.Terjadi debat kusir yang tak kunjung selesai bila guru tidak menengahi.Siswa yang pandai berargumen akan slalu aktif tapi yang kurang pandai berargumen hanya diam dan pasif
              2)      Menghabiskan banyak waktu untuk melakukan sesi debat antar kelompok.
              3)      Perlunya tema yang mudah dipahami oleh siswa.
              4)      Tema haruslah dapat diperdebatkan.
              5)      Perataan siswa dalam kelompok terkadang tidak heterogen.

              Tujuan model pembelajaran ini yaitu membuat pembelajaran yang menarik dan sekaligus mengaktifkan siswa banyak sekali caranya. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan model debat aktif. Model pembelajaran debat aktif merupakan modifikasi dari model-model diskusi terbuka yang terjadi di kalangan kampus.
Langkah-langkah dalam model pembelajaran ini yaitu:
1.      Kembangkanlah sebuah pernyataan yang controversial yang berkaitan degan materi perkuliahan (Contohnya: “Tidak ada keharusan mendirikan sebuah Negara islam”).
2.      Bagi kelas kedalam dua tim. Mintalah satu kelompok yang “pro” dan kelompok lainnya yang “kontra”.
3.      Berikutnya, buat dua sampai empat sub kelompok dalam masing-masing kelompok debat. Misalnya, dalam kelas dengan 24 orang mahasiswa. Anda apat membuat tiga sub kelompok “pro” dan tiga kelompok yang “kontra” yang masing-masing terdiri dari empat orang. Setiap sub kelompok diminta pengembangan argument yang mendukung masing-masing posisi, atau menyiapkan urutan daftar argument yang bisa mereka diskusikan dan seleksi. Di akhir diskusi, setiap sub-kelompok memilih seorang juru bicara.
4.      Siapkan dua sampai empat kursi (tergantung pada jumlah sub kelompok yang ada) untuk para jurubicara pada kelompok “pro” dan jumlah kursi yang sama untuk kelompok yang “kontra”. Mahasiswa yang lain duduk di belakang para juru bicara. Mulailah debat dengan para juru bicara mempresentasikan pandangan mereka. Proses ini disebut argument pembuka.
5.      Setelah mendengarkan argument pembuka, hentikan debat dan kembali ke sub-kelompok. Setiap sub-kelompok untuk mempersiapkan argument mengkaunter argument pembuka dari kelompok lawan. Setiap sub-kelompok memilih juru bicara, usahakan yang baru.
6.      Lanjutkan kembali debat. Juru bicara yang saling berhadapan diminta untuk memberikan kaunter argument. Ketika debat berlangsung, peserta yang lain didorong untuk memberikan catatan yang berisi usulan argument atau bantahan. Minta mereka untuk bersorak atau bertepuk tangan untuk masing-masing argument dari para wakil kelompok.
7.      Pada saat yang tepat akhiri debat. Tidak perlu menentukan kelompok mana yang menang, buatlah kelas melingkar. Pastika bahwa kelas berintegrasi dengan meminta mereka duduk berdampingan dan mereka berada sebagai kelompok lawan. Diskusikan apa yang mehasiswa pelajari dari pengalaman debat tersebut. Minta mahasiswa untuk mengidentifikasi argument yang paling baik menurut mereka.


DAFTAR PUSTAKA

Sardiman. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Sulaeman. 2011. Revolusi dan Inovasi Pembelajaran Melalui Mobile Learning, (Online), (http://www.ispi.or.id/2011/03/20/revolusi-dan-inovasi-pembelajaran-melalui-mobile-learning/, diakses 7 Maret 2012.
Widodo, Rachmad. (2009). Metode Pembelajaran Debate (Debat). (Online, alamat: http://wyw1d.wordpress.com/2009/11/06/model-pembelajaran-debate-debat/,diakses: 30 Januari 2013).

1 komentar:

  1. Beginner's Guide to Baccarat - FEBCASINO
    Learn everything you need งานออนไลน์ to know about the game of baccarat, from rules, strategies, 카지노사이트 rules, and betting strategies. 바카라사이트

    BalasHapus