A.
Pengertian Debat
Berdasarkan beberapa kajian dan kasus yang dihadapi
pada berbagai kondisi, dapat disimpulkan bahwa debat memiliki pengertian
sebagai berikut:
a)
Debat
adalah kegiatan argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara individual
maupun kelompok dalam mendiskusikan dan memecahkan suatu masalah. Debat
dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat
dihasilkan melalui voting atau keputusan juri
b)
Debat
adalah suatu diskusi antara dua orang atau lebih yang berbeda pandangan, dimana
antara satu pihak dengan pihak yang lain saling menyerang (opositif).
c)
Debat
terjadi dimana unsur emosi banyak berperan. Pesertanya kebanyakan hanya hendak
mempertahankan pendapat masing-masing dibandingkan mendengar pendapat dari
orang lain dan berkehendak agar peserta lain menyetujui pendapatnya. Oleh
karena itu, dalam debat terdapat unsur pemaksaan kehendak.
d)
Debat
adalah aktivitas utama dari masyarakat yang mengedepankan demokratik.
e)
Sebuah
kontes antara dua orang atau grup yang mempresentasikan tentang argumen mereka
dan berusaha untuk mengembangkan argumen dari lawan mereka
B.
Metode Pembelajaran Debat
Pada tingkat sekolah menengah atas,
pola pikir siswa harus mulai dibangun membentuk karakter yang kritis dan cepat
tanggap terhadap permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Biasanya, ketika
siswa diajak memecahkan suatu kasus permasalahan yang menuntut sebuah keputusan
untuk diambil, akan terbagi menjadi 3 buah kubu. Siswa kubu pendukung suatu
keputusan (biasanya disebut kelompok Pro), siswa kubu penolak (kelompok
Kontra), dan kubu netral yang mengambil sikap “cari aman” dengan tidak memilih
pihak manapun.
Dengan pembelajaran metode debat,
siswa dibentuk menjadi hanya dua jenis kelompok yaitu Pro dan Kontra. Berikut
ini adalah langkah-langkah debat yang biasanya diterapkan di kelas dalam
lingkup sekolah menengah atas:
1)
Guru
membagi siswa menjadi dua kelompok peserta debat, yang satu pro dan yang
lainnya kontra.
2)
Guru
memberikan tugas untuk membaca materi yang akan diperdebatkan oleh kedua
kelompok di atas.
3)
Setelah
selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk
berbicara saat itu, kemudian setelah selesai ditanggapi oleh kelompok kontra.
Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
4)
Sementara
siswa menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari setiap
pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide yang diharapkan.
5)
Guru
menambahkan konsep/ide yang belum terungkapkan.
6)
Dari
data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman
yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.
Dengan adanya acuan teknis diatas,
dapat dilihat bahwa model debat mengadopsi gabungan dari beberapa metode
pembelajaran seperti Diskusi, Ceramah, dan Pembelajaran Kooperatif.
C.
Kelebihan Dan Kelemahan Metode Debat
Beberapa
kelebihan dari model pembelajaran debat diantaranya adalah:
1) Memantapkan
pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang telah diberikan.
2) Melatih
siswa untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan.
3) Melatih
siswa untuk berani mengemukakan pendapat.
Selain itu juga terdapat
kekurangan dalam model pembelajaran debat, diantaranya adalah:
1)
Ketika menyampaikan
pendapat saling berebut.Terjadi debat kusir yang tak kunjung selesai bila guru
tidak menengahi.Siswa yang pandai berargumen akan slalu aktif tapi yang kurang
pandai berargumen hanya diam dan pasif
2)
Menghabiskan banyak waktu untuk melakukan sesi debat antar kelompok.
3)
Perlunya tema yang mudah dipahami oleh siswa.
4)
Tema haruslah dapat diperdebatkan.
5)
Perataan siswa dalam kelompok terkadang tidak heterogen.
Tujuan
model pembelajaran ini yaitu membuat pembelajaran yang menarik dan sekaligus
mengaktifkan siswa banyak sekali caranya. Salah satu cara yang bisa digunakan
adalah dengan model debat aktif. Model pembelajaran debat aktif merupakan
modifikasi dari model-model diskusi terbuka yang terjadi di kalangan kampus.
Langkah-langkah dalam model
pembelajaran ini yaitu:
1.
Kembangkanlah sebuah
pernyataan yang controversial yang berkaitan degan materi perkuliahan
(Contohnya: “Tidak ada keharusan mendirikan sebuah Negara islam”).
2.
Bagi kelas kedalam dua
tim. Mintalah satu kelompok yang “pro” dan kelompok lainnya yang “kontra”.
3.
Berikutnya, buat dua
sampai empat sub kelompok dalam masing-masing kelompok debat. Misalnya, dalam
kelas dengan 24 orang mahasiswa. Anda apat membuat tiga sub kelompok “pro” dan
tiga kelompok yang “kontra” yang masing-masing terdiri dari empat orang. Setiap
sub kelompok diminta pengembangan argument yang mendukung masing-masing posisi,
atau menyiapkan urutan daftar argument yang bisa mereka diskusikan dan seleksi.
Di akhir diskusi, setiap sub-kelompok memilih seorang juru bicara.
4.
Siapkan dua sampai
empat kursi (tergantung pada jumlah sub kelompok yang ada) untuk para jurubicara
pada kelompok “pro” dan jumlah kursi yang sama untuk kelompok yang “kontra”.
Mahasiswa yang lain duduk di belakang para juru bicara. Mulailah debat dengan
para juru bicara mempresentasikan pandangan mereka. Proses ini disebut argument
pembuka.
5.
Setelah mendengarkan
argument pembuka, hentikan debat dan kembali ke sub-kelompok. Setiap
sub-kelompok untuk mempersiapkan argument mengkaunter argument pembuka dari
kelompok lawan. Setiap sub-kelompok memilih juru bicara, usahakan yang baru.
6.
Lanjutkan kembali debat.
Juru bicara yang saling berhadapan diminta untuk memberikan kaunter argument.
Ketika debat berlangsung, peserta yang lain didorong untuk memberikan catatan
yang berisi usulan argument atau bantahan. Minta mereka untuk bersorak atau
bertepuk tangan untuk masing-masing argument dari para wakil kelompok.
7.
Pada saat yang tepat
akhiri debat. Tidak perlu menentukan kelompok mana yang menang, buatlah kelas
melingkar. Pastika bahwa kelas berintegrasi dengan meminta mereka duduk
berdampingan dan mereka berada sebagai kelompok lawan. Diskusikan apa yang
mehasiswa pelajari dari pengalaman debat tersebut. Minta mahasiswa untuk
mengidentifikasi argument yang paling baik menurut mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Sardiman.
2004. Interaksi dan Motivasi Belajar
Mengajar. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Sulaeman.
2011. Revolusi dan Inovasi Pembelajaran
Melalui Mobile Learning, (Online), (http://www.ispi.or.id/2011/03/20/revolusi-dan-inovasi-pembelajaran-melalui-mobile-learning/, diakses 7
Maret 2012.
Widodo, Rachmad. (2009). Metode Pembelajaran Debate
(Debat). (Online, alamat:
http://wyw1d.wordpress.com/2009/11/06/model-pembelajaran-debate-debat/,diakses:
30 Januari 2013).
Beginner's Guide to Baccarat - FEBCASINO
BalasHapusLearn everything you need งานออนไลน์ to know about the game of baccarat, from rules, strategies, 카지노사이트 rules, and betting strategies. 바카라사이트