A.
Pengertian Metode Diskusi
Diskusi adalah proses penglihatan dua atau lebih individu yang
berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau
sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar menukar informasi,
mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah. Diskusi juga dapat diartikan
sebagai suatu pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah.
Metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru
memberi kesempatan kepada para siswa ( kelompok-kelompok siswa ) untuk
mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan,
atau menyusun berbagai alternatife pemecahan atas suatu masalah yang bisa
berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematik. Sebagai metode
penyuluhan berkelompok, diskusi biasanya membahas satu topik yang menjadi
perhatian umum di mana masing-masing anggota kelompok mempunyai kesempatan yang
sama untuk bertanya atau memberikan pendapat. Berdasarkan hal tersebut diskusi
dapat dikatakan sebagai metode partisipatif.
Metode diskusi sebagai suatu cara mempelajari materi pelajaran dengan
memperdebatkan masalah yang timbul dan saling mengadu argumentasi secara
rasional dan objektif. Cara ini menimbulkan perhatian dan perubahan tingkah
laku anak dalam belajar. Metode diskusi juga di maksudkan untuk dapat
merangsang siswa dalam belajar dan berfikir secara kritis dan mengeluarkan
pendapatnya secara rasional dan objektif dalam pemecahan suatu masalah. Metode
diskusi ini berbeda dengan metode tanya jawab, sebab dalam metode tanya jawab
dapat diselesaikan dengan satu jawaban saja, sedangkan dalam diskusi diperlukan
banyak jawaban yang sama-sama mencoba memperlihatkan kebenaran.
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya,
dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam
pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi
pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan
ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas
pengetahuan anak dari pada metode diskusi
Diskusi merupakan suatu kegiatan
kelompok untuk memecahkan suatu masalah dengan maksud untuk mendapat pengertian
bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu, atau untuk
menyelesaiakan keputusan bersama. Dalam diskusi tiap orang diharapkan
memberikan sumbangan sehingga seluruh kelompok kembali dengan pemahaman yang
sama dalam suatu keputusan atau kesimpulan. ( Soetomo; 1993 )
Metode diskusi adalah : “Cara belajar atau mengajar yang
melakukan tukar pikiran antara murid dengan guru, murid dengan murid sebagai
peserta diskusi”. (Kamus Besar Bahasa Indonesia; 2001)
Metode diskusi pada dasarnya adalah, “ Suatu bentuk tukar
pikiran yang teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil atau besar, dengan tujuan
untuk mendapatkan suatu pengertian, kesepakatan, dan keputusan bersama mengenai
suatu masalah” (Maidar; 2010)
Metode diskusi ialah,
“suatu metode di dalam mempelajari bahan atau menyampaikan bahan dengan jalan
mendiskusikannya, sehingga berakibat menimbulkan pengertian serta perubahan
tingkah laku murid.” (Zuhairini; 2010)
Metode diskusi sebagai suatu
kegiatan belajar mengajar yang membincangkan suatu topik atau masalah yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih (dapat guru dan siswa dan siswa lain). Dimana
orang yang berbincang memiliki perhatian yang sama terhadap topik atau masalah
yang menjadi pokok pembicaraan, sehingga mendapatkan berbagai alternatif
jawaban terhadap topik yang didiskusikan. Dalam diskusi, setiap siswa turut
berpartisipasi secara aktif dan turut aktif pula dalam memecahkan masalah.
Semakin banyak siswa yang terlibat, semakin banyak pula yang mereka pelajari.
Dengan melaksanakan metode diskusi maka suasana kelas akan menjadi semakin
hidup, setiap anak diharapkan menjadi berpartisipasi secara aktif. Dalam
diskusi, peranan guru sebagai pusat pemberi informasi dan pemberi ketegasan.
Sehingga guru hanya sebagai pengatur dan penunjuk jalannya pelaksanaan diskusi.
Sedangkan pemecahan masalah diserahkan kepada semua siswa. Sebagai pengatur
jalannya diskusi, guru harus bisa mengendalikan siswanya agar tidak memotong
pembicaraan siswa lain dan tidak ramai sendiri ketika proses diskusi
berlangsung, sebagai pendorong siswa yang lain agar ikut berpartisipasi
mengungkapkan pendapatnya dan menurunkan ketegangan didalam kelas ketika dalam
diskusi terjadi perbedaan argumentasi. Selain itu guru harus menjelaskan
kembali apa yang menjadi pokok permasalahan apabila ada gejala-gejala
pembahasan akan menyimpang pada persoalan semula dan yang paling penting, guru
menyimpulkan semua yang telah dikemukakan siswa, di mana titik pertemuanya dan
titik perbedaannya dijelasakan kembali kepada siswanya.
B.
Tujuan Dan Manfaat Metode Diskusi
1. Tujuan Metode Diskusi
a)
Dengan diskusi siswa didorong menggunakan
pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah, tanpa selalu bergantung
pada pendapat orang lain (Siswa dilatih berpikir dan memecahkan masalah
sendiri).
b)
Siswa
mampu menyatakan pendapatnya secara lisan, dalam hal ini siswa melatih diri
untuk menyatakan pendapatnya sendiri secara lisan tentang suatu masalah
bersama.
c)
Diskusi memberi kemungkinan pada siswa untuk
belajar berpartisipasi dalam pembicaraan untuk memecahkansuatu masalah bersama.
2. Manfaat Metode Diskusi
a)
Untuk menimbulkan dan membina sikap dan prilaku
demokratis siswa
b)
Menumbuhkan dan mengembangkan sikap/cara
berpikir logis, analitis dan kritis.
c)
Memupuk kerjasama, toleransi dan rasa social .
d)
Membina
kemampuan mengemukakan pendapat dengan bahasa yang baik dan benar.
C.
Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menggunakan Metode Diskusi
a)
Guru mengemukakan masalah yang akan didiskusikan
dan memberikan pengarahan seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya. Dapat
pula pokok masalah yang akan didiskusikan itu ditentukan bersama-sama oleh guru
dan siswa. Yang penting judul atau masalah yang akan didiskusikan harus
dirumuskan sejelas-jelasnya agar dapat dipahami oleh peserta diskusi
b)
Dengan pimpinan guru, para siswa membentuk
kelompok-kelompok diskusi, memilih pimpinan diskusi ( ketua, sekretaris,
moderator ) mengatur tempat duduk, ruangan, sarana dan sebagainya. Pimpinan
diskusi sebaiknya berada ditangan siswa yang :
1) Lebih memahami masalah
yang akan didiskusikan
2) “Berwibawa” dan disenangi
oleh teman-temannya
3) Lancar berbicara
4) Dapat bertindak tegas dan
demokratis
Peranan pimpinan
diskusi antara lain:
·
Pimpinan diskusi sebagai pengatur lalu-lintas
diskusi
Kewajiban untuk mengatur lalu-lintas berarti bahwa pimpinan diskusi
berperan sebagai penemgah untuk mengatur jalan, arus dan arah pendapat dari
orang agar tidak terjadi kesimpangsiuran, tabrakan ataupun pembicaraan yang
tidak tertuju pada pokok diskusi.
·
Pimpinan diskusi sebagai dinding penangkis
Setiap kali pemimpin diskusi menerima pertanyaan-pertanyaan dari para
peserta, ia harus segera menilai mana yang perlu dipantulkan kembali kepada
kelompok, sehingga tidak terjadi tanya-jawab antara pemimpin diskusi dengan
sejumlah kecil anggota diskusi saja.
·
Pimpinan diskusi sebagai penunjuk jalan
Memberikan petunjuk-petunjuk umum mengenai kemajuan-kemajuan yang telah
dicapai oleh kelompok (kemajuan-kemajuan diskusi).
c).
Para siswa berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing, sedangkan guru
berkeliling dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain (kalau ada lebih dari
satu kelompok) menjaga ketertiban, serta memberikan dorongan dan bantuan agar
setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif, dan agar diskusi berjalan lancar.
d). Jenis dan
sifat pertanyaan yang layak untuk didiskusikan ialah yang :
·
Menarik minat anak didik yang sesuai dengan
tarafnya.
·
Mempunyai
kemungkinan-kemungkinan jawaban lebih dari sebuah yang dapat dipertahankan
kebenarannya
·
Pada
umumnya tidak menanyakan “manakah jawaban yang benar” tetapi lebih mengutamakan
penalaran yang mempertimbangkan dan membandingkan. (Winarno Surakhmad,: 98-99).
D.
Langkah-langkah metode diskusi
1) Persiapan perencanaan diskusi
a)
Tujuan diskusi harus jelas, agar pengarahan
diskusi lebih terjamin
b)
Peserta
diskusi harus memenuhi persyaratan tertentu, dan jumlahnya disesuaikan dengan sifat diskusi itu
sendiri
c)
Penentuan
dan perumusan masalah yang akan didiskusikan harus jelas
d)
Waktu dan
tempat diskusi harus tepat, sehingga tidak akan berlarut-larut.
2) Pelaksanaan diskusi
a)
Membuat struktur kelompok
b)
Membagi-bagi tugas dalam diskusi
c)
Merangsang seluruh peserta untuk berpartisipasi
d)
Mencatat ide-ide/ saran-saran yang penting
e)
Menghargai setiap pendapat yang diajukan peserta
f)
Menciptakan situasi yang menyenangkan
3) Tindak lanjut diskusi
a)
Membuat kesimpulan/laporan diskusi
b)
Membacakan kembali hasilnya untuk diadakan
koreksi seperlunya
c)
Membuat penilaian terhadap pelaksanaan diskusi
tersebut untuk dijadikan bahan pertimbangan dan perbaikan pada diskusi-diskusi
yang akan dating
E. Kelebihan
dan kelemahan metode diskusi
Beberapa kelebihan dalam penggunaan
metode diskusi dalam kegiaatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
a)
Merangsang kreativitas anak-didik
dalam bentuk ide,gagasan-prakarsa dan terobosan baru dalam pemecahan suatu
masalah
b)
Merangsang siswa untuk ikut
mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat
teman-temannya.
c)
Memperluas wawasan
d)
Membina untuk terbiasa musyawarah
untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah.
e)
Memberi kesempatan kepada siswa
untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data.
f)
Memberi kesempatan kepada siswa
untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama.
g)
Membina suatu perasaan tanggung
jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah
diambil.
h)
Berdiskusi bukan hanya menuntut
pengetahuan, siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan
berbicara secara sistematis dan logis.
i)
Dengan mendengarkan semua keterangan
yang dikemukakan oleh pembicara, pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu
problem akan bertambah luas.
j)
Membina siswa untuk berpikir
matang-matang sebelum berbicara.
Sedangkan kelemahan diskusi ketika
digunakan dalam metode pembelajaran adalah sebagai berikut :
a)
Tidak semua topik dapat dijadikan
metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat
didiskusikan
b)
Diskusi yang mendalam memerlukan
banyak waktu
c)
Sulit untuk menentukan batas luas
atau kedalaman suatu uraian diskusi.
d)
Biasanya tidak semua siswa berani
menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa
mengemukakan pendapat.
e)
Pembicaraan dalam diskusi mungkin
didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan
pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara
f)
Pembicaraan terkadang menyimpang,
sehingga memerlukan waktu yang panjang
g)
Memungkinkan timbulnya rasa
permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan
serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai
saingan, lebih rendah, remeh atau lebih bodoh.
h)
Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar
i)
Peserta mendapat informasiyang
terbatas
j)
Biasanya orang menghendaki
pendekatan yang lebih formal.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2010. Metode-Metode-Pembelajaran http:// www. scribd. com/ doc/ 1306 5635 /
Metode-metode-pembelajaran. Diakses pada tanggal 19 maret 2010
Hasibuan, J.J & Moedjiono. 1986.
Proses Belajar Mengajar.Bandung : PT
Remaja Rosdakarya
http://www.asikbelajar.com/2012/10/model-pembelajaran-probing-prompting.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar